CERITA INSPIRASI 

Dalam hidup selalu ada permasalahan dan penyelesaian.

Dalam sebuah kesulitan pasti ada kelapangan

Namun, pada akhirnya Allah tetap pemberi keputusan

Nama saya Shella Rubian Fajri Fitriani. Saya adalah anak yang perfeksionis, cukup rajin, dan yang menonjol adalah mau bekerja keras. Sejak SD saya tidak terlalu baik dalam pelajaran IPA. Nilai IPA saya selalu lebih rendah dari nilai IPS. Mungkin Matematika saya cukup bagus, tetapi hanya masuk kategori “cukup atau sedang atau bisaa” dalam pelajaran fisika dan kimia. Alhamdulillah pelajaran biologi masih bisa mengerti walaupun tidak paham sepenuhnya dan yang pasti masih bisa mendapat nilai bagus.

Setelah saya masuk SMP nilai IPA saya tetap selalu dibawah nilai IPS, bahkan jauh lebih bagus dari nilai IPA. Saya belum menyadarinya saat itu karena yang penting saya masih bisa masuk lima besar di kelas begitu pikir saya. Waktupun berlalu dan saya masuk SMA. Sama seperti yang sebelumnya, nilai IPA saya lebih rendah dari nilai IPS. Parahnya, terlampau jauh dari nilai IPS. Saat semester satu SMA jika nilai IPS rata-rata B, rata-rata nilai IPA hanya C. kemudian setelah masuk semester dua, rata-rata nilai akhir IPA saya adalah B kurus sedangkan nilai akhir IPS saya adalah A rata atas. Saya sempat down saat memutuskan penjurusan, tapi saya diberi semangat oleh teman-teman dan orangtua saya bahwa saya pasti bisa masuk IPA karena saya masih masuk lima besar di kelas. Akhirnya, saya bisa masuk kejurusan IPA sesuai harapan orang tua dan saya sendiri. Mungkin saat itu saya tetap belum sadar bahwa saya lebih berbakat dalam bidang IPS, tapi Alhamdulillah saya tetap bisa bertahan dan tetap bisa masuk lima besar di kelas walaupun tidak bisa mendapat nilai maksimal pada pelajaran-pelajaran IPA.

Saya terus berusaha untuk bisa menjadi siswa IPA yang benar-benar IPA dan Alhamdulillah pada pelajaran-pelajaran IPA saya masih bisa mengerti dan tetap bertahan. Jika nilai saya buruk, maka saya akan mengejar nilai baik dan terus mengejarnya. Saya terus berusaha keras agar bisa mendapat nilai baik, terus dan terus berusaha. Saya tidak peduli dengan hasil akhir, yang pasti saya terus berusaha keras. Saya juga tidak peduli dengan kata-kata dan pemikiran orang tentang nilai-nilai saya. Syukurlah Ibu selalu mengatakan kepada saya untuk jangan pernah menyerah dan jangan putus asa. Ibu tetap percaya bahwa saya masih bisa tetap berprestasi walaupun nilai IPA saya tidak bisa maksimal. Saat saya belajar dan penat mulai memanggil, Ibu selalu menyemangati saya dengan mengatakan, “Jangan putus asa”. Lalu saya belajar lagi. Saat pembagian nilai akhir kelas XI, alhamdulillah nilai IPA saya naik drastis (tapi tetap tidak bisa mencapai 80). Dan ini membuktikan bahwa kekuatan bekerja keras, tekad yang bulat, dan tidak berputus asa adalah nyata adanya. Jika buruk satu kali maka tidak berputus asa akan mengajak saya berkali-kali buruk dan kecewa, namun dengan tidak berputus asa jugalah saya bisa melupakan hal-hal buruk tentang kegagalan saya dan hanya bisa berpikir untuk terus mencoba, terus bekerja keras, serta ikhlas dengan segala keputusan Allah untuk menjadi lebih baik dan untuk melakukan yang terbaik.